home icon
search icon
menu icon

Dari Medan ke Malaysia: Perjalanan Pertumbuhan dan Pertukaran Budaya Valerin Veny - Ilmu Komunikasi

Dipublish Pada

06 Desember 2024

Dipublish Oleh

Fenny Julistine Tarigan

Dari Medan ke Malaysia: Perjalanan Pertumbuhan dan Pertukaran Budaya Valerin Veny - Ilmu Komunikasi

Sebagai mahasiswa pertukaran yang mewakili Universitas Sumatera Utara (USU) di Universiti Sains Malaysia (USM) melalui program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA), saya memulai perjalanan yang mengubah hidup. Waktu saya di Malaysia dipenuhi dengan pertumbuhan, pertukaran budaya, dan pengembangan keterampilan yang akan selalu saya kenang.

 

Menyambut Dunia Baru

 

 

Tinggal di Penang merupakan tantangan yang menyenangkan. Beradaptasi dengan lingkungan yang sepenuhnya baru telah mengasah kemandirian dan ketahanan saya. Bagi seseorang yang terbiasa dengan kenyamanan rumah, perubahan sederhana—seperti beradaptasi dengan mandi air dingin atau menavigasi transportasi umum—menjadi tonggak dalam pertumbuhan pribadi saya. Tinggal sendirian memaksa saya untuk menjadi lebih mandiri dan cerdas dalam menghadapi berbagai situasi. Pada saat yang sama, paparan terhadap komunitas mahasiswa yang beragam sangat meningkatkan keterampilan sosial saya. Sebagai seorang introvert, saya bangga telah membangun jaringan persahabatan internasional dengan mahasiswa dari negara-negara seperti China, Finlandia, Austria, Jerman, dan Jepang.

 

Mempromosikan Budaya Indonesia di Penang

 

 

Salah satu hal yang paling berkesan dalam program pertukaran saya adalah berkontribusi pada acara "Culturise with Heroes: Here Within U" pada tanggal 8 November 2024. Diselenggarakan oleh para penerima IISMA USM, acara ini memberi kami kesempatan untuk bertindak sebagai duta budaya, memamerkan warisan kaya Indonesia. Sebagai anggota tim Humas, saya membantu menyusun konten media sosial, berinteraksi dengan pengunjung, dan memastikan semua orang menangkap momen-momen berkesan di booth foto.

Pengunjung—termasuk masyarakat lokal Malaysia dan mahasiswa internasional dari berbagai negara—terlibat dalam budaya Indonesia melalui pameran dan kegiatan interaktif. Mulai dari menulis Aksara Jawa, mencoba pakaian tradisional, memainkan alat musik seperti angklung, hingga berpartisipasi dalam permainan tradisional, para peserta dapat merasakan langsung tradisi Indonesia yang berwarna.

 

Membangun Koneksi Komunitas

 

 

Selain pertukaran budaya, IISMA USM juga bekerja sama dengan PERMAI (Pertubuhan Masyarakat Indonesia) untuk menyelenggarakan inisiatif relawan bagi anak-anak Indonesia yang tinggal di Penang. Program ini menekankan pentingnya mengedukasi anak-anak tentang pelestarian lingkungan, kebersihan pribadi, dan kebanggaan nasional. Saya mengadakan sesi kuis untuk menguji pemahaman mereka terhadap materi yang diajarkan sambil memotivasi mereka dengan hadiah kecil. Melihat kegembiraan anak-anak saat mereka terlibat dalam kegiatan ini sangat memuaskan, menunjukkan dampak nyata dari upaya kami.

 

Pertumbuhan Akademik dan Pribadi

 

 

Belajar di USM juga sangat memperkaya. Terbenam dalam materi pembelajaran berbasis bahasa Inggris, saya memperoleh kefasihan dan kepercayaan diri dalam menggunakan bahasa. Lingkungan yang kompetitif dan global mendorong saya untuk mengadopsi pendekatan yang lebih disiplin terhadap akademik—bersiap secara matang sebelum dan setelah kelas. Selain jurusan saya di Ilmu Komunikasi, saya juga mengeksplorasi mata kuliah Introduction to Management dan Business Communication, memperluas pengetahuan saya dan membuka wawasan baru dalam berbagai disiplin ilmu.

 

Rasa Terima Kasih dan Refleksi

 

 

Merenungkan perjalanan ini, saya sangat berterima kasih kepada Universitas Sumatera Utara atas dukungan yang tiada henti dan kepada USM yang telah menyediakan platform yang sangat hidup. Pengalaman ini telah membentuk saya menjadi individu yang lebih mudah beradaptasi, percaya diri, dan lebih berpengetahuan, siap memberikan kontribusi berarti untuk masa depan Indonesia. Saya sangat berterima kasih atas persahabatan dan kenangan yang saya bangun di sini, yang akan saya kenang selamanya.

Waktu saya di Malaysia adalah bukti kekuatan transformatif dari program pertukaran internasional untuk menjembatani budaya dan membangun koneksi global. Dengan merangkul dunia, kita benar-benar membawa yang terbaik dari Indonesia ke panggung internasional.

Link menuju gambar: https://drive.google.com/drive/folders/1phfpoyUGE4LnfZv27r4_AWgBJuosJnsg

Berita