Merdeka Belajar – Kampus Merdeka atau MBKM telah menjadi katalisator bagi mahasiswa untuk mewujudkan impian mereka, merasakan pengalaman di dunia profesional, dan mengalami hal-hal baru. IISMA, atau Indonesian International Student Mobility Awards, adalah salah satu program tersebut. Program ini sangat populer karena perubahan besar yang dapat diberikan dalam kehidupan peserta. Setiap tahunnya, program ini berhasil menarik ribuan pendaftar dari seluruh Indonesia.


Vanness Cantona, seorang mahasiswa Universitas Sumatera Utara yang mengambil jurusan Sastra Inggris di Fakultas Ilmu Budaya, berhasil menjadi salah satu dari sembilan penerima penghargaan yang berangkat ke Michigan State University, Amerika Serikat. Melalui kerja keras dan jam-jam latihan, ia juga meraih skor tertinggi dalam Duolingo English Test di antara pendaftar IISMA 2024 dari USU, yaitu 150 dari 160 (setara dengan IELTS 8.0). Dedikasinya membawanya ke negara impiannya tanpa harus mengeluarkan sepeser pun. Banyak pengalaman yang ia dapatkan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya, seperti pergi ke Walmart dan Target setiap akhir pekan, berbicara dengan orang Amerika tentang acara TV favoritnya, hingga merekam video tupai secara acak.


Selain hal-hal menyenangkan tersebut, ia juga keluar dari zona nyamannya beberapa kali selama proses aplikasi IISMA dan di Amerika Serikat. Untuk sukses dalam wawancara, ia menghubungi beberapa dosennya, termasuk kepala program studinya, untuk membantunya mempersiapkan wawancara. Ini sangat mengagumkan, mengingat ia dulunya memiliki rasa takut panggung yang cukup parah. Bahkan, ia turut berperan dalam drama yang diselenggarakan oleh penerima penghargaan IISMA Michigan State University. Ratusan mahasiswa Amerika dan internasional menyaksikannya.


Selain itu, ia dan penerima penghargaan IISMA Michigan State University lainnya juga menyelenggarakan berbagai acara, seperti permainan tradisional, workshop Batik, dan pencarian harta karun untuk mempromosikan budaya Indonesia kepada penduduk lokal dan audiens internasional.


Secara keseluruhan, ia sangat bersyukur atas kesempatan yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Tanpa program ini, ia mungkin tidak akan pernah tahu seberapa berani dirinya, ia mungkin tidak akan pernah bisa mengunjungi negara impiannya, dan ia mungkin tidak akan menjadi orang seperti sekarang. IISMA benar-benar mengubah dirinya sebagai pribadi melalui pengalaman yang menyenangkan dan mendidik selama program serta proses seleksi ketat yang harus ia lalui untuk menjadi salah satu penerima penghargaan IISMA.